PENGETAHUAN
1.
Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan merupakan hasil penginderaan manusia
atau seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung,
telinga, rasa dan raba). Pengetahuan merupakan hal yang sangat penting untuk
terbentuknya tindakan seseorang (Lestari, 2014).
Pengetahuan
adalah hasil dari tahu yang terjadi melalui proses sensoris khususnya mata dan
telinga terhadap objek tertentu. Pengetahuan merupakan domain yang sangat
penting untuk terbentuknya perilaku terbuka (overt behaviour). Perilaku yang didasari pengetahuan umumnya
bersifat langgeng. (Oktaveni, 2011).
Pengetahuan
merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah seseorang melakukan
penginderaan terhadap objek tertentu. Penginderaan terjadi setelah pancaindera
manusia, yaitu indera penglihatan, pendengaran, penghidu, perasa, dan peraba.
Tetapi sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk
tindakan seseorang (overt behaviour).
(Efendi & Makhfudli, 2009).
Berdasarkan beberapa definisi diatas
peneliti menyimpulkan bahwa pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini
terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap objek tertentu, dan
merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya prilaku terbuka (overt behaviort).
2. Tingkat Pengetahuan
Lestari (2014) membagi tingkat pengetahuan menjadi
sebagai berikut :
a. Tahu
(Know)
Diartikan sebagai mengingat suatu materi
yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini
adalah mengingat kembali sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang
dipelajari atau rangsangan yang telah diterima.
b. Memahami
(Comprehension)
Diartikan sebagai suatu kemampuan untuk
menyelesaikan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat
menginterpretasikan materi tersebut secara benar.
c. Aplikasi
(Aplication)
Diartikan sebagai kemampuan untuk
menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real
(sebenarnya).
d. Analisis
(Analysis)
Suatu kemampuan untuk menjabarkan materi
atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam struktur
organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain.
e. Sintesis
(Syntesis)
Suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru, dengan
kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi-formulasi
yang ada.
f. Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan
untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek.
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang
menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian atau
responden. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat
kita sesuaikan dengan tingkat-tingkatan di atas.
3. Faktor-faktor yang
mempengaruhi pengetahuan
Menurut Mubarak (2009) faktor-faktor
yang mempengaruhi pengetahuan seseorang, yaitu:
a. Pendidikan
Pendidikan berarti bimbingan yang
diberikan seseorang kepada orang lain terhadap suatu hal agar mereka dapat
memahami. Tidak dapat dipungkiri bahwa makin tinggi pendidikan seseorang
semakin mudah pula mereka menerima informasi, dan pada akhirnya makin banyak
pula pengetahuan yang dimilikinya. Sebaliknya, jika seseorang tingkat
pendidikannya rendah, akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap
penerimaan, informasi dan nilai-nilai yang baru diperkenalkan. Pada umumnya semakin
tinggi pendidikan kepala keluarga maka semakin mudah juga untuk mendapatkan
informasi.
b. Pekerjaan
Lingkungan pekerjaan dapat menjadikan
seseorang memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara langsung maupun
secara tidak langsung. Dengan bekerja maka peluang untuk mendapatkan informasi
akan lebih besar dibanding dengan yang tidak bekerja, karena dengan bekerja
seseorang dapat bertemu dengan orang yang memiliki pengetahuan yang
berbeda-beda sehingga akan mendapatkan pengetahuan yang lebih luas.
c. Umur
Bertambahnya umur seseorang akan terjadi
perubahan pada aspek psikis dan psikologis (mental). Pada aspek psikologis dan
mental taraf berfikir seseorang semakin matang dan dewasa. Apabila semakin
matang umur kepala keluarga maka akan lebih matang dalam berfikir maupun
mengambil keputusan. Klasifikasi umur kepala keluarga menurut Wawan dan Dewi
(2010) adalah: 20-39 tahun, 40-59 tahun, >60 tahun.
d. Minat
Suatu kecenderungan atau keinginan yang
tinggi terhadap sesuatu. Minat menjadikan seseorang untuk mencoba dan menekuni
suatu hal dan pada akhirnya diperoleh pengetahuan yang lebih mendalam.
e. Pengalaman
Pengalaman adalah suatu kejadian yang
pernah dialami seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Ada
kecenderungan pengalaman yang kurang baik seseorang akan berusaha untuk
melupakan, namun jika pengalaman terhadap obyek tersebut menyenangkan maka
secara psikologis akan timbul kesan yang membekas dalam emosi sehingga
menimbulkan sikap positif. Pengaaman yang banyak akan menambah banyak
pengetahuan bagi semua orang apalagi bagi keluarga.
f. Informasi
Kemudahan memperoleh informasi dapat
membantu mempercepat seseorang untuk memperoleh pengetahuan yang baru.
Informasi merupakan salah satu faktor yang penting karena informasi merupakan
sumber dari semua sumber.
4. Pengukuran
Pengetahuan
Pengukuran
dapat dapat diukur dengan cara melakukan tes wawancara serta angket kuesioner,
dimana tes tersebut berisikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan
materi yang ingin diukur dari subyek penelitian Notoajmojo (2010). Pengukuran
tingkat pengetahuan bertujuan untuk mengetahui status pengetahuan seseoranng
dan dirangkum dalam tabel distribusi frekuensi.
Menurut
Budiman (2013) pengukuran tingkat pengetahuan seseorang dapat dikategorikan
sebagai berikut:
a. tingkat pengetahuan dikatakan
baik jika reponden mampu menjawab pertanyaan pada kuesioner dengan benar
sebesar ≥ 75% dari seluruh pernyataan dalam kuesioner.
b. tingkat pengetahuan dikatakan
cukup jika responden mampu menjawab pernyataan pada kuesioner dengan benar
sebesar 56-74% dari seluruh pernyataan dalam kuesioner.
c. tingkat pengetahuan dikatakan
kurang jika responden mampu menjawab pernyataan pada kuesioner dengan benar
sebesar ≤ 55% dari seluruh pernyataan dalam kuesioner.

Comments
Post a Comment